Dosen Zaman Now Harus Aktif di Media Sosial oleh Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si, CETP (Dosen Agama Islam Universitas Indonesia dan PNJ)


            Mahasiswa dan mahasiswi zaman old dan zaman now sungguh berbeda sekali. Pemicunya adalah percepatan tekhnologi dan informasi. Apalagi hal tersebut didukung oleh gadget atau gawainya untuk berselancar di dunia maya secara aktif dan massif. Sehingga hal ini mereka bisa mengakses segala sesuatunya dengan alat-alat tersebut. Mulai dari berita terkini sampai isu yang hot sedang terjadi. Bahkan mereka yang baru masuk ke dunia kampus pun mencari tau siapa dan asal-usul dosen yang akan mengajarnya.

            Para agent of change selalu menilai dan memberikan rating mana dosen yang gaul atau dosen yang gaptek (gagap tekhnologi). Sehingga hal ini menjadi acuan mereka untuk mencap dosen itu layak untuk dijadikan idol apa tidak. Sehingga bisa dikatakan bahwa dosen-dosen zaman now harus aktif di media sosial. Karena dosen-dosen bisa memberikan informasi yang normatif dan positif bagi terciptanya kondusifitas di negara tercinta ini.

            Bila diamati, banyak dosen-dosen zaman now yang sudah menggunakan media sosial secara aktif. Media yang mereka gunakan antara lain Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan Tik-Tok. Di ruang itu mereka mengisi materi tentang bidang-bidang yang digelutinya dan memberikan motivasi terhadap penghargaan yang telah mereka dapatkan ke khalayak publik.

            Di sisi lain, tak jarang para pengajar perguruan tinggi tersebut membuat website, sebagai sarana memberikan materi ajar dan tugas kepada mahasiswa dan mahasiswi. Sehingga ruang sosial tersebut selalu dikunjungi oleh pembelajar yang ingin mendapatkan pemberitahuan tersebut. Bahkan sarana tersebut juga bisa menjadi promosi jati diri seorang pendidik agar dikenal di khalayak umum.

Di samping itu, dosen-dosen juga terbantu oleh media sosial yang telah berkembang di zaman modern ini. Bagi dosen yang punya kesibukan di luar kampus, tidak bisa datang ke kelas. Maka mereka bisa menggunakan platform Zoom atau G-Meet untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh, sebagaimana pernah dilakukan saat pandemi Covid 19. Sehingga mahasiswa dan mahasiswa tidak punya alasan untuk absen, tidak hadir di saat jam perkuliahan.

             Untuk mendukung para pendidik dan pengajar kampus ini untuk aktif di media sosial, maka pemerintah diharapkan bisa memberikan hotspot gratis di tempat-tempat atau sarana umum. Seperti di halte, terminal, bandara, hotel, tempat-tempat ibadah, dan tempat-tempat lainnya. Tentu hal yang demikian bisa dimanfaatkan bagi para widyaiswara untuk menulis dan menumpahkan gagasan melalui narasi-narasi positif bagi perkembangan informasi yang terus melaju dengan cepat.

           

           

             

           




Posting Komentar

0 Komentar