Pesantren Darut Tarbiyah Mengadakan Maulid Nabi Muhammad


              Bogor, Pesantren Darut Tarbiyah yang dipimpin oleh KH. Hasan Basri mengadakan acara  Maulid Nabi Besar Muhammad Saw. Peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw tersebut sangatlah berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya, Maulid yang biasanya digelar hanya membaca surat Yasin, Tahlil, dan riwayat Nabi Muhammad, tetapi di tahun ini disertai dengan tausiyah.

              Pesantren salaf yang baru berumur setahun tersebut memanggil da’i Muda dari Jakarta, yaitu Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si (Ketua PERSADA NU DPW DKI Jakarta) untuk memberikan nasehat-nasehat agama di peringatan agung tersebut. Dalam ceramahnya Sayyid Yusuf mengatakan, “Acara Maulid merupakan ekspresi cinta umat Muslim kepada Nabi Muhammad  Saw. Acara ini sebagai tanda penghormatan atas perjalanan sejarah Sang Habibullah. Di mana, di dalam acara tersebut dilantunkan shalawat kepadanya. Sebab Ibadah yang paling mudah dilakukan oleh umat muslim adalah shalawat.”

           Kemeriahan acara Maulid Nabi Muhammad SAW sangat terasa, mulai adanya panggung, hiasan-hiasan, hingga pemasangan jenset sebagai antisipasi akan mati lampu. Antusiasme warga pada acara tersebut bertambah tatkala para kyai, ajengan, dan penceramah menyertai acara tersebut. Tampak hadir Ketua MWC-NU Leuwisadeng KH. Bajuri. Beliau memperkenalkan beras Salapan
yang diproduksi di daerahnya kepada penceramah. Sehingga produksi pangan tersebut sebagai bentuk kemandirian ekonomi di desa tersebut.

“Ini Habib, beras produksi masyarakat Leuwisadeng, doakan kami agar terus mampu memproduksi beras untuk mensejahterakan daerah kami, imbuh KH. Bajuri .” Lantas Sayyid Yusuf jawab, “Biidzinillah, Insha Allah, dengan niat baik pasti Allah akan memberikan yang terbaik untuk daerah ini.”

             

             




Posting Komentar

0 Komentar