Ada Apa di Antara Waktu Ba’da Maghrib dan Isya? oleh Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si (Dosen Agama Islam Universitas Indonesia dan PNJ)


            Pada hakikatnya Allah menciptakan waktu untuk manusia agar bersyukur. Tentu ungkapan syukur tersebut tergantung kadar iman seseorang. Ada yang bersyukur dengan selalu shalat berjamaah pada shalat fardu, ada yang istiqamah shalat sunnah rawatib, ada yang mendawamkan berpuasa sunnah, dan ada yang menjaga waktu-waktu dengan zikir-zikir. Namun ada satu waktu yang terpendek yang mempunyai keberkahan yang luar biasa yaitu waktu ba’da shalat Maghrib ke Isya. Para salafuna shalih biasa menyebutnya bainal Isyaa’in. Shalat sunnah pada waktu tersebut disebut shalat sunnah al-Awwabin. 

            Bagi orang-orang yang memahami hakikat bainal Isyaa’ain, mereka melakukan itikaf  di masjid atau mushala dengan melakukan baca Al-Quran, Shalat Awabin, dan membaca zikir-zikir. Rasulullah berasabda, “Barangsiapa yang beritikaf pada dirinya antara waktu setelah Maghrib dan Isya di masjid jami’, ia tidak berbicara melainkan ia shalat (sunnah) atau membaca Al-Quran maka dapat dipastikan Allah akan membangunkan dua istana untuknya. Jarak setiap seorang diantara keduanya yaitu seratus tahun.”

            Melihat pernyataan Rasulullah di atas menggambarkan ia sayang kepada umat-nya yang notabene dengan sedikit amal shalih akan tetapi mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Imam Abdullah bin Alwi al-Haddad tercatat ia melakukan shalat sunnah awabin setelah shalat Maghrib yaitu empat puluh rakaat. Tentu hal ini memotivasi generasi setelahnya, namun Nabi Muhammad pernah bersabda, “Barangsiapa yang shalat (sunnah) 20 Rakaat antara Isyaa’in (antara ba’da shalat Maghrib dan Isya) maka Allah akan membangunkan satu rumah di dalam surga.” Namun jika hal tersebut tidak mampu maka Rasulullah memberikan alternatif, “Barangsiapa yang shalat (sunnah) ba’da Maghrib enam rakaat tanpa ia berbicara yang buruk pada setiap salamnya (dua rakaat) maka ganjaran untuknya sama dengan ibadah 12 tahun.”

            Namun surah-surah apa yang dibaca setelah membaca surat Al-Fatihah pada setiap rakaatnya pada shalat al-Awabin tersebut. Siti Aisyah R.A pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang shalat antara Maghrib dan Isya 20 Rakaat dan ia membaca surat Al-Fatihah pada setiap rakaat lalu melanjutkan dengan surat yang dihafalnya maka Allah akan menjaga keluarganya, hartanya, agamanya, dunianya, dan akhiratnya.”

         Adapun Sayyidina Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah telah bersabda, “Barangsiapa yang  shalat (sunnah) diantara waktu Maghrib dan Isya 20 rakaat lalu ia membaca pada setiap rakaat pada setiap rakaat surat Al-Fatihah lalu membaca Ayat Kursi lalu surat Al-Ikhlas tiga kali maka Allah akan menjaganya pada enam hal: pada dirinya, agamanya, keluarganya, hartanya, dunianya, dan akhiratnya.”

 

 




Posting Komentar

0 Komentar