Resolusi di Tahun 2026 Oleh Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si, CETP (Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Indonesia)


Setiap manusia harus ada resolusi pada setiap tahunnya. Perubahan tersebut tentu ke arah yang lebih baik; mulai dari perubahan dari sisi ekonomi, sisi kesuksesan, dan sisi kebahagiaan. Bahkan hal tersebut diwajibkan, sebagaimana telah termaktub di QS Ar-Rad:11 : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Pecapaian untuk resolusi itu butuh kesabaran, keistiqomahan, dan perjuangan. Internalisasi kesabaran itu butuh keyakinan bagi diri manusia. Sebab kesabaran itu bagian dari iman. Sebagaimana Rasulullah bersabda, Iman itu ada dua aspek; aspek yang pertama datang dari kesabaran dan aspek yang kedua datang dari rasa syukur kepada Allah. 

            Makna Istiqomah secara bahasa yaitu konsistensi. Memang mengimplementasi dan mengaktualisasi keistiqomahan butuh kesabaran juga. Sebab keistiqomahan adalah kata yang mudah diucapkan namun berat untuk dipraktekkan. Misalnya, seseorang yang berprofesi sebagai guru maka ia harus istiqomah dengan profesinya. Ketika sudah istiqomah dalam pekerjaan yang dilakukan maka akan kemudahan untuk menuju kesuksesan. Sebagaimana keistiqomahan ini diperintahkan oleh nabi Muhammad Saw. Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, katakanlah kepada ku satu pernyataan di dalam Islam sehingga aku tidak bertanya lagi tentang hal itu selain kepada mu, maka Nabi Muhammad berkata, katakanlah oleh mu, aku beriman kepada Allah kemudian istiqomahlah.”

            Ada ungkapan yang sering kali disampaikam oleh para mubaligh di mimbar-mibar ceramah, “Keistiqomaah lebih baik dari seribu kemuliaan.” Melalui istilah tersebut terbersit di dalam fikiran tentang keistiqomahan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam Islam, keistiqomahaan khulafa al-Rasyidin dalam memegang estafet dakwah Nabi Muhammad, serta keistiqomaahan tabi’in dan tabiut al-tabi’in dalam mengikuti jejak nabi Muhammad entah dalam dakwah, bermuamalah dan menulis karya-karya Islami. Keistiqomahaan yang mereka lakukan itu dibarengi oleh optimisme. Sehingga sesuatu yang dilakukan bisa diterima khalayak umum.

            Perjuangan dalam bahasa agama yaitu mujahadah. Mujahadah itu dimaknai secara bahasa yaitu kesungguhan. Intinya dalam mujahadah tersebut menekuni sesuatu jangan setengah hati, yaitu dengan tekad penuh. Imam Syirajudin al-Anshori berkata, “Mujahadah (kesungguhan) itu jangan terlalu kita terburu-buru terbawa nafsu dan emosi untuk sampai kepada pencapaian, akan tetapi ikutilah alur melalui petunjuk untuk sampai kepada keinginan yang kita capai. Di dalam menjalankan kesungguhan tersebut diperlukan kehati-hatian dan aksi nyata dalam perbuatan.” (Imam Syirajudin al-Anshori:2019:177)

            Pandangan Imam al-Anshori tersebut memberikan satu inspirasi bahwa dalam perjuangan jangan terburu-buru dalam memutuskan perkara. Akan tetapi semua harus difikirkan dan dipertimbangkan dengan matang agar dalam memutuskan sesuatu itu tidak salah langkah dan hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Di sisi lain, aksi tersebut yaitu dengan tindakan nyata dengan mencari ridha Allah agar sampai pada tujuan yang baik pada akhirnya. Sebagaimana Allah berfirman.

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan (QS al-Ankabut:69)

            Semoga Allah memberikan perubahan di tahun 2026 kepada hamba-hamba-Nya yang sabar, istiqomah dan berjuang mencari keridhaan-nya. Allahuma yusahil umuurona, wa sahil hawaijana, warzuqna rizqan halalan ktasiran thayyiban mubarokan fiiih. Amiiin

 

           

 

           




Posting Komentar

0 Komentar