Haul Ulama dan Habaib Betawi Moment Menyambut Hari Ulang Tahun Jakarta ke 499 Oleh Sayyid Muhammad Yusuf Aidid (Dosen Agama Islam Universitas Indonesia)

 

Jakarta, jika kita mendengar nama kota tersebut maka akan terbesit di pikiran yaitu kota  macet, penuh drama, dan tantangan. Tentu deskripsi tersebut  bukanlah lebay akan tetapi memang kenyataan adanya. Di tambah tarik ulur perpindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke IKN menjadi polemik yang berkepanjangan. Namun pada akhirnya pembatalan perpindahan tersebut diaminkan oleh Mahkamah Konstitusi. Maka dari itu kota seribu harapan tersebut harus berbenah diri menjadi kota global yang mandiri, humanis, aman dan toleran.

            Dalam menyambut ulang tahun kota Jakarta yang ke 499 diselenggarakan acara Haul Ulama dan Habaib Betawi pada Jumat 19 Juni 2026. Inisiasi tersebut datang dari ulama dan habaib Jakarta, Habib Muksin bin Zed Alatas dan KH. Luthfi Zawawi kepada gubernur Jakarta yaitu Dr. Pramono Anung. Usul tersebut diterima dengan baik oleh orang nomor satu Jakarta tersebut. Pak Pramono berujar pada sambutan di acara haul tersebut, "Para ulama dan habaib Betawi turut berperan penting dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat akhlak masyarakat, serta menanamkan nilai kebangsaan dan tanah air."

            Di samping itu magnet terbesar pada acara itu  yaitu Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf. Sehingga masyarakat Jakarta hadir untuk bersenandung dzikir dan shalawat untuk menciptakan kesejukan dalam acara yang penuh khidmah. Di sisi lain turut hadir pula pada acara tersebut yaitu Habib Rizieq Syihab, Habib Hud bin Muhammad Bagir Alatas, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi, Kyai Mahfud Asirun, Gus Faiz, Habib Muhammad bin Ali Assegaf, KH. Fakhru Hadzami, Habib Abdullah bin Syahab, Habib Abdullah Alatas, serta para habaib dan kyai lainnya. Kesyakralan acara tersebut ada pada moment ketika KH. Lutfhi Zawawi membaca biografi singkat habaib dan para kyai Betawi yang telah wafat serta para pewaris dari tokoh-tokoh tersebut mendapatkan penghargaan dari gubernur Jakarta.

            Perlu diketahui acara haul ulama dan habaib Betawi ini merupakan acara perdana di Jakarta. Animo masyarakat Jakarta untuk datang ke acara tersebut sangatlah besar. Terbukti sedari sebelum Maghrib mereka berdatangan ke monas dengan membawa sajadah dan perbekalan makanan yang cukup. Selain itu mereka yang berdatangan juga mengajak sanak keluarga baik istri, anak, cucu, mantu dan anggota keluarga lainnya. Bisa dibilang moment tersebut juga menjadi tamasya bathiniyah. Sebab mereka melantunkan tasbih, tahmid, takbir, bershalwat dan mendengarkan mauizoh hasanah.

            Warga Jakarta berharap acara haul ulama dan habaib akan diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta setiap tahunnya. Kausalitas dari moment tersebut yaitu ukhuwah islamiyah dan menjadikan kota metropolitan itu terlihat religius dan humanis. Tentu untuk mewujudkan religius dan humanis, warga muslim Jakarta kudu hadir dalam majelis dzikir dan taklim para kyai dan habaib yang tersebar di kota tersebut. Sebab majelis-majelis seperti itu menciptakan ketahanan mental, emosional dan spiritual.  

 

 




Posting Komentar

0 Komentar