10 Muharram, Hari yang Dinantikan oleh Umat Nabi Muhammad disusun oleh Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si (Dosen Agama Islam Universitas Indonesia dan PNJ)

              10 Muharram, hari yang sering biasa disebut dengan hari Asyura’. Hari tersebut mempunyai kemuliaan di mata Umat Nabi Muhammad. Syekh Abdul Qadir al-Jilani menjuluki hari tersebut yaitu hari kesepuluh yang penuh kemuliaan yang Allah muliakan untuk umat Nabi Muhammad. Biasanya pada hari itu umat Islam berpuasa, sebagaimana Nabi Muhammad bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari kesepuluh di bulan Muharram maka Allah akan membalasnya sama dengan pahala sepuluh ribu orang yang mati syahid dan sepuluh ribu orang yang berhaji dan berumrah.”

 Sabda Nabi Muhammad lainnya, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura’ maka Allah akan mencatat untuknya pahala ibadah 60 tahun dengan puasanya dan qiyamullailnya.” Hadis tersebut tersirat bahwa ada amalan-amalan lain selain puasa pada hari tersebut. Amalan lain tersebut yaitu mengisi malam dengan ibadah. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw, “Barangsiapa yang shalat (sunnah qiyamullail) empat rakaat pada hari Asyura’ pada tiap rakaatnya ia membaca surat al-Fatihah sekali dan lima puluh kali surat al-Ikhlas maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya lima puluh tahun yang telah lalu dan lima puluh tahun yang akan datang.”

Namun jika tidak mampu dengan ibadah tersebut Rasulullah memberikan alternatif, “Barangsiapa yang shalat (sunnah qiyamullail) empat rakaat dengan dua salam pada setiap rakaatnya ia membaca surah al-Fatihah sekali, al-Zalzalah sekali al-Kafirun sekali, al-Ikhlas sekali, dan setelah salam membaca shalawat atas nabi Muhammad tujuh puluh kali apabila masih terdapat waktu luang maka dapat pahala seperti hadis sebelumnya.”

Melihat keagungan malam Asyura’ tersebut, Sayyidina Ali RA berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan malam Asyura’ maka Allah akan memberikan apa-apa yang ia kehendaki.”

            Di sisi lain di hari Asyura’ juga identik dengan hari lebaran anak yatim. Dimana umat muslim dalam tradisinya berlomba-lomba mengadakan santunan anak yatim di hari tersebut.  Nabi telah bersabda, “Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura’ maka Allah angkat derajatnya di surga kepadanya pada setiap helai rambut anak yatim yang diusapnya.” Makna mengusap di hadis tersebut bukan hanya makna tersurat saja bahkan ada makna tersirat yaitu memberikan apa-apa yang kita mampu serta memperhatikannya di bulan-bulan lainnya.

            Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang bersedekah pada hari Asyura’ maka Allah akan memberikan ia pahala sama dengan bersedekah setahun.”

            Adapun perhatian suami kepada keluarga juga dibutuhkan pada malam Asyura’. Biasanya para salafuna salih membuat bahagia keluarganya di malam tersebut dengan cara memberikan nafkah lebih kepada istri dan anaknya sehingga bisa memberikan hidangan yang terbaik untuk keluarga. Sebagaimana Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, “Barangsiapa yang meluaskan rezeki kepada istrinya pada hari Asyura’ maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun.”

           

 

 




Posting Komentar

0 Komentar