Tradisi Tabligh Akbar di Malam Tahun Baru oleh Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si, CETP (Dosen Agama Islam Universitas Indonesia dan PNJ)


              Banyak ekspresi kegembiraan dalam menyambut tahun baru di Indonesia. Mulai dari acara keluarga, acara kemeriahan menghitung mundur tahun baru yang diiringi dengan kembang api, acara makan bersama, acara tabligh akbar dan muhasabah. Tentu acara-acara seperti itu menjadi tradisi yang melekat pada rakyat Indonesia. Sehingga hal tersebut selalu berulang dari tahun ke tahun, bisa dikatakan acara tersebut adalah hiburan rakyat.

Dokumentasi Pribadi 

             Tabligh akbar dan muhasabah adalah salah satu acara yang selalu menjadi tradisi pada masyarakat kota Jakarta di malam pergantian tahun. Acara tersebut sering dikaitkan dengan malam intropeksi diri dan penolak bala bencana yang di tahun yang akan datang. Biasanya acara tersebut digelar di masjid, mushola, majelis taklim, bahkan di lingkungan-ingkungan sosial. Acara tersebut dihiasi dengan bacaan istighfar, surat Yasin, tahlil untuk para ulama-ulama yang telah wafat, pembacaan riwayat nabi Muhammad, dan ceramah agama dari para ulama-ulama.

            Pada acara tabligh akbar tersebut biasanya dimulai pada pukul 21:00 hingga 00:00. Acara tersebut bisa dimaknai sebagai tanda syukur kepada Allah ta’ala karena masih diberikan kesempatan untuk menapaki tahun baru miladiyah tersebut. Di sisi lain, seseorang yang mengikuti acara tersebut mempunyai resolusi agar menjalani tahun yang akan mendatang dengan lebih agamis lagi dan meninggalkan keburukan-keburukan yang terjadi di tahun sebelumnya.

            Acara religius lainnya yang biasanya ada pada malam pergantian tahun di Jakarta yaitu adanya shalat qiyamul lail, tahajud, shalat tasbih, shalat hajat, shalat taubat, hingga muhasabah berjamaah. Acara tersebut biasanya dilakukan oleh para pelajar dan civitas akademika perguruan tinggi. Tentu acara tersebut sebagai narasi bahwa setiap kesenangan harus diiringi dengan ibadah. Sebab dengan ibadah tersebut salah satu wasilah penghubung antara seorang hamba dengan Rabb-Nya.

            Event-event religius untuk menyambut tahun baru ini harus di dukung oleh Pemerintah, baik pemerintah pusat atau daerah. Apalagi di tahun 2024 akan ada agenda besar yaitu pemilihan umum di seluruh wilayah di Indonesia. Dengan kegiatan yang bernuasa Islam tersebut akan mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan kondusif.  Oleh karena, kegiatan lima tahunan tersebut terakadang ada saja gesekan yang terjadi baik di dunia maya dan di ruang publik.

            Di satu sisi, pemerintah pusat atau daerah bisa memberi himbauan kepada penyelenggara acara agamis tersebut untuk mendoakan agar Indonesia agar selalu diberkahi, dirahmati, dan selalu diberikan karunia oleh Allah. Sehingga Allah memberikan pemimpin yang akan membawa rakyat Indonesia yang sejahtera, sentausa, dan makmur.

           




Posting Komentar

0 Komentar