Minggu Tenang Masa Kampanye, Masa Cooling Down oleh Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si, CETP (Dosen Agama Islam Universitas Indonesia dan PNJ)


Akhir-akhir ini, mulai dari grup whats up kantor, alumni, teman sejawat, keluarga sampai majelis taklim semua isinya yaitu tentang dukung-mendukung calon presiden dan calon wakil presiden. Hal-hal tersebut sah-sah saja. Namanya juga tahun politik dan negara kita adalah negara demokrasi. Negera yang membolehkan rakyatnya berpendapat dan bersuara asalkan menggunakan etika dan adab. Namun sayangnya, beberapa dari grup tersebut ada saja yang nyinyir terhadap capres dan cawapres tertentu. Kondisi yang demikian tentu tidak cerdas dalam berpolitik.


           Pada 10 Februari 2024 menjadi kampanye penutup dari ketiga pasangan capres dan cawapres. Tentu dari event akbar kemarin, penulis berharap kepada seluruh rakyat untuk melakukan hal yang baik-baik demi terciptanya kondusifitas negara. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw mewasiatkan kepada Sayyidina Ali RA: “Orang-orang yang baik itu mempunyai tiga tanda yaitu memperbaiki hubungan antara dirinya dengan Allah Swt melalui amal-amal baik, memberbaiki agamanya dengan ibadah, dan  menciptakan kedamaian kepada orang lain sebagaimana ia menciptakan kedamaian untuk dirinya.”

            Jika kita melaksanakan pesan Kanjeng Nabi di atas maka kita akan memperbaiki negara yang sedang melakukan proses demokrasi. Selain itu di masa tenang ini seorang muslim wajib meminta maaf baik kepada muslim lainnya maupun orang di luar muslim jika ada tutur kata atau ucapan yang kurang baik selama masa kampanye berlangsung. Hal tersebut dengan membuat konten cooling down melalui media sosial. Entah itu melalui Tiktok, Instagram, Twitter, Facebook, dan media lainnya, yang penting hal tersebut menjadikan pemilu kali ini damai, aman, dan kondusif. Sebagaimana Allah berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS Al-A’raf/7:199)

            Ayat di atas menunjukkan bahwa seseorang yang baik adalah seseorang yang meminta maaf terlebih dahulu. Selain itu ia bisa mengendalikan lisannya agar seseorang akan menjadi nyaman untuk bersahabat dengannya. Imam Hasan al-Bashri pernah berkata, “Sebaik-baik manusia ialah ia yang bisa mengendalikan lisan mereka.” Sebagaimana Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf berkata, “Di dalam lisan manusia itu ada syurga dan neraka, maka gunakanlah lisanmu dengn perkataan-perkataan yang baik.”

            Dalam bahasa agama, orang yang baik ialah muhsin. Orang tersebut ia baik terhadap dirinya sendirinya, baik terhadap semua orang, dan baik kepada di setiap tempat ia berada. Tentu menjadi jiwa yang ihsan ini perlu pembiasaan agar tidak ada terkesan dipaksakan. Maka dari itu di masa minggu tenang ini, seorang muslim harus menjadi seorang yang muhsin pula. Sebagaimana Allah suka kepada para muhsinin (orang-orang yang berbuat baik)

إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang muhsinin.” (QS Al-A’raf/7:199)

            Imam Junaid al-Bagdadi pernah berkata, “Ada 4 hal yang seseorang hamba Allah yang akan dinaikkan derajatnya, dan jika ia melalukan satu amal tersebut, satu amal tersebut: simpati terhadap orang lain, sikap rendah hati, sifat dermawan, dan berbuat baik kepada orang lain.”

            Di samping itu jika seseorang berbuat baik kepada orang lain itu akan mempunyai implikasi baik pula. Begitu pun sebaliknya, hal tersebut pernah dilontarkan oleh Imam Dzun Nun Al-Mishri ketika ditanya oleh seseorang, “Wahai Syekh, apa yang menyebabkan seseorang mengalami banyak kesulitan?” Imam menjawab, mereka memiliki keburukan-keburukan kepada orang lain.”

         Melalui tulisan yang singkat ini, mari kita ciptakan masa tenang ini adalah masa untuk lebih dekat kepada Allah Swt melalui ibadah dan doa, bertutur kata yang bijak, melakukan amal-amal baik; sodakoh, dan memperbaiki hubungan kepada relasi-relasi yang mungkin berbeda pendapat tentang capres dan cawapres selama masa kampanye.  Sehingga pada tanggal 14 Februari 2024 Allah akan memberikan rahmat, keamana dan kondusifitas di negara tercinta ini. Kemudian Sang  Khalik memberikan jawaban yang terindah kepada rakyat Indonesia dengan memberikan pemimpin yang bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan memahami aspirasi-aspirasi rakyatnya.

            

           

           




Posting Komentar

0 Komentar