Gambaran Syurga Yang Menyejukan Menurut KH. Mashyuri Syahid oleh Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si, CETP (Dosen Agama Islam Universitas Indonesia dan PNJ)


       KH. Masyhuri Syahid di dalam pengajarannya 
pada tahun 2007 di Mushola Nurul Hikmah, Tebet pernah berkata, “Orang-orang shalih telah mendahului kita diantaranya Habib Umar bin Hud Alatas, dan terakhir Habib Abdurrahman bin Ahmad bin Abdul Qadir Assegaf. Beliau-beliau dengan amal shalih dan ibadahnya dipastikan masuk syurga Allah Swt. Syurga memang diciptakan untuk para muttaqien, mukminin, dan para shalihin.  Tinggal kita menunggu giliran kapan Allah akan memanggil kita.” Pada saat itu beliau mengajar kitab Fathul Mu’in dan kitab Tanbihul Ghafilin. Umur saya juga masih sekitar 19 tahun, awal masuk kuliah.

            Pada pengajian yang digelar setiap Senin di Musholla Nurul Hikmah tersebut, kebetulan beliau sedang menerangkan tentang bab tentang sifat syurga dan para penghuninya dalam kitab Tanbihul Ghafilin. Beliau menuturkan bahwasannya, pernah para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW? Wahai Rasulullah tercipta dari apa syurga itu? Nabi menjawab, “Syurga itu tercipta dari air dan satu bata dari bangunan syurga itu terbuat dari emas dan sebagian lainnya dari perak, lantainya beraroma misik al-adzfar sedangkan tanahnya berupa dza’faron dan bebatuannya dari mutiara dan batu permata. Barang siapa yang masuk di dalamnya maka ia akan nikmat tidak akan menderita, dia akan kekal dan tidak akan mati dan tidak usang pakaiannya serta tidak akan menua di dalamnya.”

            Adapun seorang ahli fikih menggambarkan syurga itu, “Tanahnya berasal dari perak dan tanahnya beraroma misik, dan akar pohonnya terbuat dari perak dan bagian-bagian dari pohon tersebut terbuat dari mutiara dan zamrud, daun dan buahnya di bawahnya tersebut. Barang siapa yang makan buah dari pohon tersebut sambil berdiri tidak apa-apa, barang siapa yang makan buahnya sambil duduk tidak apa-apa, dan barang siapa yang makan buahnya sambil berbaring pun tidak masalah.”

            Abdullah bin Abbas RA menyatakan bahwa, “Barang siapa yang ingin masuk ke dalam syurga Allah Swt maka hendaknya ia beramal shalih lagi taat kepada-Nya.” Dari perkataan Ibn Abbas tersebut, KH. Masyhuri menyatakan, “Banyak jalan menuju syurga Allah Swt. Tentu jalan tersebut yaitu dengan mencari ridho-Nya dengan jalan takwa, mentaati perintah-Nya dan sejauh mungkin kita meninggalkan larangan-Nya.

            Beliau melanjutkan, “Selama ini kita mendengar banyak jalan menuju Roma, akan tetapi itu pandangan keliru, justru jalan menuju syurga Allah Swt sangat banyak.” Ada jalan melalui konsisten dalam beribadah kepada Allah Swt, ada yang suka datang ke majelis-majelis taklim, ada yang melalui bersedekah, dan ada pula karena berkat senyum kita masuk syurga Allah Swt. Amiiin

            KH. Masyhuri Syahid berkata, “Majelis-majelis taklim semacam ini dan pondok-pondok pesantren yang ada di Indonesia ini adalah paku bumi yang menahan bencana dan musibah yang akan datang. Maka tradisi-tradisi majelis taklim sangat perlu dipertahankan agar supaya bumi Indonesia tidak menjadi Spanyol kedua. Apa itu Spanyol kedua? Umat Islam terlena dengan urusan duniawi sehingga ada upaya pihak eksternal untuk merusak generasi-generasi penerus dengan paham-paham liberal dan sekuler.”

            Setelah beberapa bulan dari pengajaran yang telah disampaikan oleh Sang Ahli Fikih tersebut, Allah mewafatkannya pada tanggal 4 November 2007 atau bertepatan dengan 25 Syawal 1428 H. Innalillahi wa Innailahi Rajiun.

           

           

 

 

 




Posting Komentar

0 Komentar