Seputar Kelahiran Nabi Muhammad oleh Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si (Dosen Agama Islam Universitas Indonesia dan PNJ)

Kelahiran nabi Muhammad yang dikatakannya pada 12 Rabiul Awal, apakah hal itu sebagai kebenaran bahwa kelahirannya pada tanggal dan bulan tersebut. Namun sebelum mengetahui tanggal dan bulan dilahirkan maka kita akan menelusuri tahun kelahiran nabi Muhammad. Mengenai tahun Nabi Muhammad dilahirkan, beberapa ahli berpendapat. Sebagian besar mengatakan pada tahun gajah (570 M). Ibn Abbas mengatakan bahwa Nabi Muhammad dilahirkan pada tahun gajah itu. Pendapat lain juga mengatakan bahwa kelahirannya itu lima belas tahun sebelum peristiwa gajah. Selanjutnya ada yang mengatakan bahwa   ia dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan atau beberapa tahun setelah tahun Gajah. (Haekal, 1984: 55).
          Sebagian ulama juga ada yang berbeda pendapat tentang bulan dan tanggal kelahiran nabi Muhammad. Sebagian besar (jumhur ulama) mengatakan kelahirannya pada bulan Rabiul Awal. Ada yang berkata ia dilahirkan pada bulan Muharram, yang lain berpendapat dalam bulan safar, sebagian lagi pada bulan Rajab, sementara riwayat yang paling lemah yang mengatakan bulan lahirnya dalam bulan Ramadhan (Haekal, 1984: 55).
          Sedangkan perbedaan tentang tanggal kelahiran nabi juga terjadi. Pendapat pertama mengatakan bahwa ia dilahirkan pada malam kedua Rabiul Awal, atau malam kedelapan, atau kesembilan. Tetapi pada umumnya mengatakan, bahwa Nabi Muhammad dilahirkan pada tanggal dua belas Rabiul Awal. Ini adalah pendapat Ibn Ishaq (Haekal, 1987: 55)
          Maka dari pendapat-pendapat diatas maka peneliti mengambil pendapat Jumhur Ulama bahwasannya kelahiran nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awal 570 M. Dalam perayaan maulid biasanya dibacakan kasidah-kasidah yang berisikan pujian kepada Nabi Muhammad. Hal ini telah dikatakan oleh Ibnu Taimiyah bahwa penghormatan maulid dan merayakannya biasanya dilaksanakan tiap tahun. Kadang sebagian orang merayakannya dan menjadikan maulid sebagai kesempatan yang besar untuk memperbagus kasidah dan pengormatan pada acara maulid sebagai persembahan untuk Rasulullah (Khatir, 2009: 139).
          Beberapa sahabat nabi Muhammad juga ikut memberikan pendapat masalah peringatan maulid nabi Muhammad Saw. Abu Bakar al-Shidiq R.A berkata, “Barangsiapa yang menghabiskan hartanya pada acara pembacaan maulid Nabi Muhammad dia adalah temanku di surga.” Lalu berkata Umar bin Khattab R.A berkata, “Barangsiapa yang menganggungkan maulid Nabi Muhammad maka ia telah mensyiarkan Islam.” Usman bin Affan R.A berkata, “Barang siapa yang menghabiskan hartanya untuk membaca maulid nabi Muhammad maka ia seolah-olah menyaksikan perang Badar dan Hunayn.” Ali bin Abi Thalib berkata, Barangsiapa yang menganggukan maulid nabi Muhammad dan ia menjadi sebab membaca maulid tersebut maka ia tidak meninggal kecuali dalam keadaan beriman dan ia masuk surga tanpa hisab.” (Syihabu al-din, 2007: 5-6)
        Melalui pernyataan sahabat-sahabat Rasulullah tentang perayaan maulid nabi maka peringatan tersebut dianjurkan untuk diadakan oleh umat muslim. Karena di dalam peringatan maulid ada kecintaan umatnya terhadap perjuangan nabi Muhammad. Selain itu manusia kadang lupa dengan hari kelahiran nabi Muhammad dibanding dengan hari kelahiran tokoh-tokoh diluar muslim. Maka peringatan tersebut menjadi begitu penting untuk diadakan.  



Posting Komentar

0 Komentar